Senin, 08 September 2008

10 Alasan Kenapa Group Band Anda GAGAL

by :Jeffrey A. Macak (President, JMI Publications, USA)

1. Mereka tidak memiliki tujuan

Jika Anda tidak memiliki tujuan dalam mengembangkan karier, bagaimana Anda bisa mendeteksi sebuah kemajuan? Bisnis musik adalah bisnis yang keras, apalagi jika Anda tidak memiliki panduan yang jelas. Kebanyakan label rekaman, penerbit musik, manajer, produser, pengacara hiburan dan bahkan agensi booking tidak akan mau bekerjasama dengan artis yang belum jelas menentukan arah dan tujuan bagi bandnya. Mereka lebih memilih untuk bekerjasama dengan musisi yang memiliki tujuan jelas dan cekatan.

2. Mereka tidak memiliki perangkat menuju kesuksesan

Berlawanan dengan kepercayaan orang banyak, sebenarnya memang ada sebuah "proses" untuk menjadi musisi professional dan mendapatkan sebuah kontrak rekaman. Industri musik dipenuhi dengan rumor, mitos dan misinformasi yang membuatnya sulit untuk menggoreskan kesuksesan di atasnya. Dengan memahami bagaimana industri musik ini bekerja tentunya dapat menjadi asset yang sangat berharga. Bagian dari "proses" yang di maksud ini termasuk di antaranya adalah penggunaan "perangkat" khusus yang telah menjadi standar dalam ruang lingkup industri musik! Daftar berikut memuat beberapa perangkat wajib yang Anda butuhkan guna mengejar karier yang serius sebagai musisi professional.

PRESS KIT/PROMO PACK
• Sebuah demo kaset/CD yang berisikan 3-5 lagu TERBAIK band Anda. (Kualitas jelas berpengaruh!)

• Biografi artis. (Informasi penting tentang sang artis, termasuk siapa saja mereka, apa yang mereka lakukan, apa yang sedang mereka kerjakan, dan sebagainya.)
• Daftar lagu (song list). (Seluruh judul lagu yang dibawakan oleh sang artis, milik sendiri atau cover)
• Lirik-lirik lagu. (materi lirik-lirik lagu milik sang artis yang termuat dalam demo mereka.
• Foto artis.
• "Write-ups." (Berbagai kisah menarik atau resensi yang ditulis media cetak tentang sang artis, bisa juga mengenai liputan tentang mereka di radio maupun televisi.)

MAILING LIST
Salah satu faktor terpenting dari kesuksesan Anda adalah dengan membangun, memelihara serta memaksimalkan pemanfaatan mailing list. Milis ini terdiri dari nama-nama dan kontak informasi para penggemar, kontak media, pelaku industri musik dan siapa saja yang memiliki minat yang sama (bisnis dan sebaliknya) dengan Anda (sang artis). Sebuah mailing list dapat menjadi asset yang berharga bagi artis siapa saja apabila mereka memanfaatkannya secara maksimal.

DAFTAR TARGET MEDIA
Pemanfaatan media guna mendukung kemajuan karier Anda merupakan hal yang sangat penting sifatnya. Ini mencakup di antaranya penerbitan- penerbitan industri musik, majalah-majalah, suratkabar, radio, televisi dan internet. Sebuah band atau artis yang sangat berbakat dan secara berkesinambungan melakukan promosi bagi kemajuan kariernya memiliki kesempatan yang besar untuk mendapat "perhatian" untuk dikontrak label rekaman. Pernahkah Anda mendengar orang berkata, "saya nggak pernah lihat dan nggak pernah tahu band mereka." Nah, Anda harus berlawanan dengan komentar tadi! Berusahalah untuk selalu "tampil" sebanyak mungkin di depan banyak orang. Penuhi keingintahuan industri dan khalayak luas dengan aksi band Anda maka dijamin band Anda akan tampil di banyak tempat! Manfaatkan penggunaan media dengan memasang iklan atau beriklan secara gratis, sebarkan rilis pers, write-ups dan resensi, dan kalau bisa usahakan tampil di radio dan juga televisi juga.

3. Mereka tidak memiliki seseorang untuk memandu karier

Salah satu tanggungjawab dari manajer personal adalah untuk membantu artis mengambil keputusan yang berhubungan dengan karier musik mereka. Masalahnya, kebanyakan artis biasanya tidak memiliki banyak waktu untuk mencari manajemen yang bagus. Biasanya ini terjadi karena kebanyakan manajer yang professional dan berpengalaman, sibuk sendiri dengan klien mereka masing-masing. Karena alasan inilah, banyak musisi yang lantas meminta kawan mereka sendiri untuk menjadi manajer. Yang sering terjadi kemudian, sang teman tadi ternyata justru cenderung menjadi seorang booking agent dibandingkan manajer personal band. (Lebih gampang mencarikan panggung tentunya dibandingkan harus memandu karier musik artis!) Karena "teman-teman" ini sangat awam dengan bisnis musik, mereka terkadang jatuhnya malah sering mempersulit dibanding mempermudah. Jika memang manajer yang Anda cari, maka carilah manajer! Jika teman- teman Anda berniat untuk membantu, mereka bisa menjual tiket di konser atau belajar mengoperasikan lighting! Jangan pertaruhkan karier band Anda di tangan seseorang yang sama sekali tidak memahami cara bekerja bisnis musik apalagi tidak berpengalaman sama sekali di dunia bisnis yang satu ini.

4. Mereka menunggu untuk ditemukan

Jika Anda "menunggu untuk ditemukan," saya punya satu pertanyaan sederhana...
"APA YANG SEBENARNYA YANG KAMU TUNGGU?"
Ini seperti berkata, "Saya sedang menunggu sukses!" Jelas tidak masuk akal! Apa yang dimaksud oleh musisi-musisi ini ketika mereka bilang tengah menunggu untuk ditemukan sebenarnya adalah: "Saya sudah mentok karena benar-benar nggak tahu harus melakukan apa lagi!" Tidak ada yang perlu ditunggu-tunggu, mulai lakukan sesuatu, SEKARANG! Demand discovery, never wait for it!

5. Mereka kurang berdedikasi

Banyak band yang telah manggung bareng selama lebih dari 10 tahun sebelum akhirnya mendapatkan kontrak rekaman! Itulah dedikasi! Itulah kegigihan! Keuletan seperti itulah yang dapat membawa artis/band ke puncak kesuksesan di bisnis musik. Anda tentu tidak perlu tampil 10 tahun lamanya sebelum "keajaiban" terjadi, namun, bila Anda memiliki dedikasi untuk mengarungi suka- duka dan sukses menghalau segala rintangan yang manghalang, agaknya Anda sudah semakin dekat dengan "keajaiban" tersebut.

6. Mereka benar-benar tidak tahu apa yang harus dilakukan

Oke, berikut ini adalah; "3 Rahasia Besar untuk menjadi Sorang Musisi Profesional dan Mendapatkan Kontrak Rekaman!"
• Asah terus bakat Anda! Latihan, latihan, latihan!
• Didiklah diri Anda dengan berbagai pengetahuan tentang bisnis musik! Jangan sekali-sekali beranggapan kalau Anda mengerti semuanya, cari tahu! Jika Anda berfikir akan tahu dengan sendirinya nanti. Anda benar, memang begitu, tapi ini terjadi setelah Anda tersandung dan jatuh berkali-kali. Jauh lebih pelik dari yang Anda bayangkan! Memang asyik-asyik saja belajar sambil mempraktekannya, tapi jangan sampai belajar dari kesalahan yang terjadi berkali-kali, dong! Ini sangat memakan waktu dan sangat menyakitkan bagi diri Anda sendiri tentunya. Carilah fakta-fakta dan pelajari bisnis ini dengan cara yang benar!
• Promosi, promosi, promosi! Mungkin Anda adalah musisi terhebat atau penyanyi paling sensasional yang pernah ada di planet ini, tapi kalau tanpa di dukung promosi, siapa yang tahu?

7. Mereka lebih banyak punya alasan mengapa mereka tidak bisa dibandingkan mereka bisa!

Banyak musisi yang belum apa-apa sudah memasang banyak penghalang di benak mereka. Hal ini malah membuat mereka jauh dari kesuksesan. Jangan biarkan kekurangan PD merongrong bakat atau karier musik yang telah Anda impi-impikan sejak lama. Ego yang sehat malah dibutuhkan dalam bisnis musik. (seorang ego-maniak tidak mendapat tempat di sini!)

8. Mereka tidak memiliki komitmen jangka panjang

Jika Anda tidak jujur melihat diri Anda sendiri sebagai seorang musisi lebih dari 6 bulan sampai satu atau dua tahun, maka Anda sedang melalui sebuah fase yang bagi kita musisi "beneran" selalu berharap agar Anda MENGHILANG secepatnya! Menjadi seorang musisi adalah kerja keras seumur hidup, bukannya iseng-iseng! Musisi-musisi yang sukses di industri musik tidak sekadar memasukkan jempol kaki mereka untuk memeriksa keadaan air, mereka langsung terjun dengan kepala mereka lebih dahulu dan TIDAK pernah melihat ke belakang lagi! Sekali Anda telah menjadi seorang musisi maka seumur hidup Anda akan terus menjadi musisi!

9. Mereka tidak serius
Jika Anda memperlakukan musik hanya sebagai hobi, maka selamanya ia akan seperti itu! Jika Anda tidak menggiring musik dan band Anda menjadi serius, maka tidak seorangpun yang akan mau serius dengan band Anda! Jika tujuan Anda adalah menjadi musisi professional, Anda harus menampilkan diri Anda dan apa yang Anda lakukan secara professional pula!

10. Mereka tidak berbakat sama sekali
Salah satu alasan terbesar mengapa begitu sulit untuk menembus bisnis musik adalah karena bisnis ini merupakan bisnis yang kompleks. Semua orang kebelet menjadi bintang. Apa yang membuatnya semakin sulit ditembus ternyata karena makin banyak lahir musisi jadi-jadian yang merusak kesempatan bagi musisi-musisi berbakat! Label-label rekaman dibombardir dengan demo-demo "sampah" yang sangat jauh dari standar industri musik. Tidak heran makanya demo-demo ini kemudian langsung berakhir di keranjang sampah walau belum sempat dibuka sama sekali! Ini artinya bagi musisi professional, orang tersebut harus menunggu sampai bagian A&R dari label-label rekaman tersebut selesai menyortir satu-persatu ribuan "sampah" tersebut sebelum akhirnya benar-benar dibuka dan disimak oleh mereka.

Reggae dan rasta

Di Indonesia, reggae hampir selalu diidentikkan dengan rasta. Padahal, reggae dan rasta sesungguhnya adalah dua hal yang berbeda. "Reggae adalah nama genre musik, sedangkan rasta atau singkatan dari rastafari adalah sebuah pilihan jalan hidup, way of life," ujar Ras Muhamad (23), pemusik reggae yang sudah 12 tahun menekuni dunia reggae di New York dan penganut ajaran filosofi rasta. Repotnya, di balik ingar-bingar dan kegembiraan yang dibawa reggae, ada stigma yang melekat pada para penggemar musik tersebut. Dan stigma tersebut turut melekat pada filosofi rasta itu sendiri. "Di sini, penggemar musik reggae, atau sering salah kaprah disebut rastafarian, diidentikkan dengan pengisap ganja dan bergaya hidup semaunya, tanpa tujuan," ungkap Ras yang bernama asli Muhamad Egar ini. Padahal, filosofi rasta sesungguhnya justru mengajarkan seseorang hidup bersih, tertib, dan memiliki prinsip serta tujuan hidup yang jelas. Penganut rasta yang sesungguhnya menolak minum alkohol, makan daging, dan bahkan mengisap rokok. "Para anggota The Wailers (band asli Bob Marley) tidak ada yang merokok. Merokok menyalahi ajaran rastafari," papar Ras.

Ras mengungkapkan, tidak semua penggemar reggae adalah penganut rasta, dan sebaliknya, tidak semua penganut rasta harus menyenangi lagu reggae. Reggae diidentikkan dengan rasta karena Bob Marley—pembawa genre musik tersebut ke dunia adalah seorang penganut rasta.

Cozy Republic adalah sebuah tempat yang sangat nyaman dimana sangat cocok musik reggae untuk dimainkan. Yaitu Indonesia.

BAND-BAND REGGAE INDONESIA

Personel Cozy Republic:
- Ujie (Vocal&Guitar)
- Renold (Guitar)
- Edmond (Keyboard)
- Gannes (Drums)
- Adi ( Perkusi&Flute)
- Fanny (Bass)

Marapu
Personelnya siapa aja sih?
Vocal :Yanto,Ocha
Guitar : Benny,Diyan
Bass :Dondho
Keyboard :Stevie.

Personel Gangstarasta :
Emilio: vocal
Kenro: bass
Gayo: guitar
Bayu: guitar
Cuwox: keyboard
Boim: drum
Uncle Bud: percussion

(www.indoreggae.com/artikel2.html)

Minggu, 31 Agustus 2008

Band indie reggae jogja

Bukan tabu lagi ketika kita mngenal dan mendengar music reggae,sudah jelas dan kita ketahui bahwa reggae sudah ada sejak tahun 60an.Yaitu seorang bob nesta marley yang memproklamirkan reggae untuk pertama kalinya.Reggae dijogja sudah sangat ramai sekali,dengan adanya band2 reggae yang terus bermunculan.Namun tidak sedikit dr mereka juga mengalami hambatan -hambatan dalam mengambangkan kreatifitas mereka.Mereka membutuhkan sebuah wadah untuk menyalurkan bakat merak dalam bermusik,regga khususnya.Tidak luput pula mereka selau mendapat sorotan negatif menjdi musisi reggae,dengan rambut gimbal yang lusuh.Semua belum tentu seperti yang kita lihat,dan saya mencoba menyelami ternyata solidaritas mereka sangat tinnggi terhadap semua orang tanpa terkecuai.Ada yang salah ketika kebanyakan orang melihat bahwa anak reggae itu tidak lepas dari minuman keras,narkoba.Tapi kenyataannya reggae pun nggak harus gimbal,gimbal nggak harus reggae dan reggae nggak selalu penuh dengan NAPSA.Dan saat ne reggae sudah mulai bangkit lagi terutama di cafe2 yang memeng secara rutin mengadakan efent reggae.Dari para musisi reggae hanya mengharapkan adanya dukungan agar dapat memberikan tawaran berupa hiburan music reggae dengan diadakannya efent music REGGAE di Jogjakarta

Selasa, 06 Mei 2008

Rastafaria, Kisah Pembebasan

Pada hari kelahirannya, 6 Februari 1945, DVD tentang Bob Marley berjudul Spiritual Journey layak ditonton.

Pada upacara kematiannya, reggae menjadi doa. Ketika peti mati kayu itu diturunkan di Bandara Kingston, Jamaika, Mei 1981, ribuan anak muda telah menunggu. Perdana Menteri Jamaika bahkan hadir pada misa arwah. Sebagai salam terakhir, seluruh kerabat, anak, dan istrinya memainkan musik reggae dan berdansa. Itulah detikdetik pemakaman Bob Marley yang dapat kita lihat dalam film Spiritual Journey karya Ray Santilli.

Dokumentasi ini melacak ulang perjalanan musikal dan ”keimanan” Marley dengan melakukan serangkaian wawancara sutradara dengan temanteman masa kecil Marley, ibu, anakanaknya, para musisi reggae, dan bekas Perdana Menteri Jamaika.

”Marley hanya memikirkan musik,” kata sang ibu, Cedella Booker. Kelompok reggae pertama Marley adalah Rude Boys, lalu The Wailers. Secara musikal, Marley bertolak dari musik tradisional Jamaika: ska. Bedanya, Marley memperlambat tempo ska. Lagulagu Marley kemudian menguasai radio Jamaika. Namun, musik ini baru meniti panggung internasional ketika Chriss Blackwell dari Island Record merekamnya. Dari sinilah Marley menonjok London, Inggris.

Orang tua Marley penganut Katolik. Namun, Marley memeluk kepercayaan unik yang disebut Rastafari. Ini sikap religi yang memistifikasi Haile Sellassie, pemimpin karismatik Ethiopia yang akhirnya dikudeta oleh militer dan wafat pada tahun 1975. Sellassie naik takhta pada tahun 1930. Ia menjadi penengah berbagai perang saudara yang melanda Afrika. Ia membantu perdamaian Nigeria. Pidatonya di PBB tentang kolonialisme Eropa di Afrika sangat terkenal.

Tahun 1920an, Marcus Garvey, aktivis politik gerakan Black Christian, meramalkan akan muncul seorang mesiah dari Afrika. Garvey, kelahiran St Anne Bay, Jamaika, adalah pendiri Universal Negro Improvement Association, sebuah organisasi yang menyerukan kebangkitan Afrika. Ia memandang Afrika sebagai tanah yang teraniaya dan melihat Yesus akan bangkit dari kalangan hitam. Yesus adalah black man of sorrows dan Maria adalah black Madonna. Berpegang secara literal pada Mazmur 68 : 32, Ethiopia bersegera mengulurkan tangannya kepada Allah, ia percaya mesiah akan muncul dari Ethiopia.

Marley percaya Sellassie adalah mesiah yang dinubuatkan Garvey. Saat Sellassie mengunjungi Jamaika, April 1966, Marley makin yakin bahwa Sellassie penjelmaan Kristus. Lagulagu Marley sesungguhnya banyak dirembesi sikap ini. Lagu terkenalnya, Exodus, misalnya, merefleksikan Mazmur 137 yang berbicara tentang tanah yang dijanjikan: Zion, Yerusalem. Bagi Marley, Yerusalem sekarang adalah Ethiopia. Dan Babilonia kini adalah metafor kolonialis. ”And Babylon kingdom must fall… for all the European propaganda…”

Sellassie sesungguhnya tak menginginkan dirinya dikultuskan. Ia mengirim Bishop Abuna Yasehaq ke Jamaika untuk mendirikan gereja dan mewartakan bahwa Yesus yang harus tetap diimani, bukan dirinya. Bob Marley dekat dengan Yasehaq, meski ia menolak masuk gereja.

Dan lagulagu Marley tetap membawa kabar Ethiopia sebagai tanah harapan. Simbol cinta Tuhan kepada mereka yang teraniaya. Amsal penebusan, penyelamatan dunia ketiga. Simak Redemption Song yang terkenal itu: ”..Emancipate yourselves from mental slavery. How long shall they kill our prophet, while we stand aside and look?” Atau lagu Jammin: We’re jammin, no bullet can stop us now, Yeh! Holy Mount Zion, Jah sit in Mount Zion. And rules all creation….”

Peristiwa bersejarah adalah ketika Marley berhasil mendamaikan konflik yang terjadi di Jamaika antara Perdana Menteri Michael Manley dan oposisi Edwar Seaga.

Anak muda Jamaika memandang Marley seorang ”utusan” yang bisa menengahi mereka. Film ini memperlihatkan cuplikan penting Marley di antara kedua tokoh politik itu.

Salah satu bagian film yang paling menarik adalah saat Marley memperlihatkan sikap terhadap mariyuana. Marley memproklamasikan mengisap ganja adalah sakramen bagi kaum Rastafaria. Film ini memperlihatkan cuplikan wawancara seorang wartawati televisi London yang mencecar Marley.

”Anda bertanggung jawab atas penyelundupan mariyuana dari Jamaika ke Amerika.”

Marley hanya mengangkat bahunya, menyunggingkan senyum. Terlihat susah menjawab. ”Bukan persoalan Tuhan melarang,” katanya. Film ini lalu memperlihatkan bagaimana di Jamaika terdapat tradisi turun temurun—masyarakat berkumpul, berbagi ganja bersama dari pipa panjang, mengembuskan asap tebal.

Marley mati pada usia 35 karena kanker. Menurut wartawan The Rolling Stone, Tony Calder, saat itu Marley menolak operasi. ”Ia tahu akan kematiannya. Jari kaki Marley seharusnya diamputasi, tapi Marley menolak. Menurut pandangan Rastafari, bila seseorang mati, tubuhnya harus lengkap, agar utuh dalam kebangkitan nanti. Di New York, seminggu sebelum wafatnya, Marley toh bersedia dibaptis dalam agama Katolik Ethiopia Ortodoks.

Di pemakamannya, Rita Marley dan anakanaknya berjoget di panggung. Para biarawan Katolik Ethiopia Ortodoks berjajar takzim. Injil dan gitar kesayangannya ikut dikuburkan. Setelah kematiannya, Marley semakin menjadi legenda dan komunitas Rastafari tumbuh di manamana. Bahkan di kotakota yang tak terbayangkan olehnya. Misalnya di Purwokerto, Yogya, dan kotakota lainnya, meski itu semua dinikmati tanpa ”keimanan” terhadap Sellassie.

true story bob marley

Reggae jadi mendunia gara-gara satu orang yang bernama Bob Marley. Duta besar regage, gitu banyak orang ngasih label buat Bob Marley, cowok yang lahir pada 6 Februari 1945 di St. Ann's Parish dan besar di lingkungan miskin di Trenchtown, Jamaika. Dari tangan cowok blasteran ini lahirlah hits klasik seperti No Woman No Cry, I Shot the Sheriff, dan Waiting in Vain.

Karier profesional dimulai pas Bob masih remaja berusia 16an, bersama dua temannya, Bunny Livingston dan Peter McIntosh (Peter Tosh). Ia pertama kali rekaman pada tahun 1962, bersama The Teenagers atau yang juga dikenal sebagai The Wailing Rudeboys. Ia lalu membentuk band sendiri, The Wailers. Tahun 1966, setelah menikahi Rita Anderson, Bob pindah ke Amerika Serikat. Tapi kepindahan Bob ke Amerika Serikat nggak lama, karena nggak betah, Bob mutusin untuk pulang dan memilih untuk nyempurnain lagu yang ditulisnya. Tahun 1973 bareng Island Records, Bob ngerekam dan ngerilis Catch a Fire.

Album inilah yang menyebarkan demam Reggae ke seluruh dunia. Pada saat itu Bob mampu memberikan pilihan baru kepada penggemar rock, dalam reggae Bob Marley menghadirkan kepercayaan diri, pemberontakan, dan keadilan. Sampai tahun 1979, Bob jadi orang super sibuk karena turnya laku digelar di seluruh penjuru dunia dan juga di Madison Square Garden, venue yang waktu itu jadi barometer buat popularitas seorang artis kelas dunia.

Saking sibuknya, Bob bahkan tak mempedulikan kanker yang ditemukan dalam pemeriksaan dokter di tahun 1977. Sayangnya karena ngga' diobati, tanggal 11 Mei 1981, Bob meninggal. Sekitar delapan bulan sebelumnya Bob pernah terjatuh di Central Park, New York, waktu lagi asik jogging. Tim dokter memastikan bahwa kanker yang mula-mula hanya ada di kaki sudah menjalar ke mana-mana, mulai dari ke otak, paru-paru, bahkan sampai ke liver.